






Setiap pemulihan pasien akan didampingi langsung oleh dokter dan nutritionist yang telah ahli dan berpengalaman di bidang naturopathy.
Galilea Naturopathy Center menggunakan Naturopathic Medicine yang diformulasikan khusus melalui bioteknologi canggih serta disesuaikan dengan keluhan tiap pasien, sehingga proses pemulihan pasien menjadi lebih optimal.
Galilea Naturopathy Center menggunakan teknologi modern yang memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan; mulai dari membantu meningkatkan sirkulasi darah, membantu regenerasi sel ginjal, membantu mengoptimalkan fungsi ginjal, membantu mengatasi resistensi insulin, membantu mengurangi inflamasi, membantu meningkatkan kekebalan tubuh, membantu mengatur kadar gula dan tekanan darah, dan mendukung proses detoksifikasi tubuh untuk mengoptimalkan pemulihan.
RLT adalah teknologi canggih dengan memanfaatkan panjang gelombang cahaya tertentu untuk mengarahkan reaksi seluler terarah yang efektif untuk memaksimalkan proses pemulihan.
Presso Therapy adalah alat canggih dengan kompresi pneumatik profesional yang berfungsi memperlancar aliran sistem limfatik, membantu mengoptimalkan proses detoksifikasi dan pemulihan jaringan agar tubuh kembali berfungsi sesuai mekanisme alaminya.
Manfaat:
Magneto adalah teknologi canggih yang menggunakan pulsed electromagnetic field (PEMF) untuk membantu menstimulasi proses biologis sel dan jaringan.
Manfaat:
Ayurvedic Detox Therapy membantu tubuh memulihkan keseimbangan alaminya. Dengan teknologi heat therapy yang bekerja merangsang aktivitas sel, Ayurvedic Detox Therapy dapat membantu proses detoksifikasi alami, dan membantu tubuh memulihkan fungsinya secara optimal.
Manfaat:
Elf PEMF adalah alat dengan teknologi canggih yang bekerja memancarkan medan magnet dengan frekuensi tertentu untuk membantu merangsang sel, jaringan, dan sistem biologis agar bekerja lebih optimal
Manfaat:
Hydrojet Lymphatic Therapy adalah teknologi cangih yang revolusioner. Dirancang untuk membantu mengoptimalkan pemulihan.
Manfaat:
Hifem adalah perawatan High-Intensity Focused Electromagnetic yang memanfaatkan teknologi canggih untuk menghantarkan frekuensi gelombang elektromagnetik tertentu. Gelombang ini menstimulasi jaringan, otot, dan sistem saraf, sehingga membantu meningkatkan kesehatan secara menyeluruh.
Manfaat:
Repetitive Transcranial Magnetic Stimulation (rTMS) + fns adalah teknologi canggih menggunakan medan magnet yang akan menghasilkan aliran gelombang elektromagnetik untuk merangsang sel-sel saraf di otak.
rTms + fns dapat menembus tengkorak dan merangsang area spesifik di otak, untuk membantu mengurangi stress atau depresi pada pasien. Sehingga proses pemulihan menjadi lebih optimal.
Manfaat Rtms + FNS:
IV Laser adalah teknologi canggih yang menggunakan sinar laser dengan panjang gelombang elektromagnetik yang bersifat terapeutik, dialirkan langsung ke dalam darah melalui infus intravena.
Energi laser dalam IV laser bekerja menembus jaringan tubuh, menargetkan area tertentu, untuk membantu mengoptimalkan proses pemulihan dan regenerasi sel.
Manfaat:
Ozon Therapy adalah perawatan modern yang menggunakan gas ozon (O₃) untuk membantu meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh. Ozon diyakini mampu membantu menghambat pertumbuhan bakteri, virus dan jamur. Serta membantu mengurangi inflamasi, dan meningkatkan metabolisme tubuh.
Manfaat:
Mei 2026 lalu, saya coba buat cek kesehatan ke laboratorium di kota saya, Sidoarjo. Hasilnya, eGFR turun di angka 68 dan kreatinin 1,32. Kata dokter, itu udah termasuk penurunan fungsi ginjal stadium II.
Saya pun mulai nyari info, gimana ya cara biar fungsi ginjal saya bisa membaik lagi. Dan akhirnya, ketemulah sama video Galilea. Saya liat-liat, metodenya pakai modern naturopathy, kayaknya masih jarang denger di Indonesia. Tapi, karena udah banyak pasien yang hasil labnya membaik di Galilea, saya jadi tertarik.
Ternyata, selain ada di BSD Tangerang dan Semarang, Galilea juga ada di Surabaya. Kebetulan, jadi lebih dekat dengan tempat tinggal saya di Sidoarjo. Di Galilea, saya konsultasi langsung sama dr. Arles yang jelasin secara detail. Terus, saya mulai treatment pakai banyak teknologi di sini.
Hasilnya, setelah 1 bulan kemudian, kreatinin saya turun jadi 1,16 dan eGFR saya meningkat di angka 80, yang artinya, fungsi ginjal saya ikut membaik.

Awalnya saya cek darah, ternyata fungsi ginjal saya menurun, stadium III. Saat buang air kecil, urine saya juga berbusa. Setelah tahu ini, saya langsung khawatir, takut kalau harus berakhir cuci darah.
Saya diskusi sama besan saya, seorang dokter. Saya juga cari-cari di sosmed dan ketemulah sama Galilea. Di sini, prosedurnya ternyata nggak terlalu rumit, terapinya nggak harus tiap hari, dan teknologinya bermanfaat buat fungsi ginjal.
Setelah 3 bulan di Galilea, kondisi saya udah membaik. Badan udah nggak sakit, tidur lebih teratur, nggak gampang lapar, dan lebih fit.
Hasil lab saya juga nunjukin perubahan yang signifikan. Ureum yang awalnya 64 jadi 36, kreatinin dari 1,30 turun ke 1,00, dan eGFR saya dari 47,18 naik jadi 64,50. Alhamdulillah, saya sampai sujud syukur sama perubahan ini.

Saya kira, usia muda bakal aman-aman aja dari penyakit ginjal. Ternyata enggak. Di usia 27 tahun, saya mengalami penurunan fungsi ginjal dan asam urat.
Akhirnya, saya nyari di sosmed dan ketemulah sama Galilea. Karena udah banyak bukti kalau fungsi ginjal pasien di Galilea bisa membaik, saya pun tertarik dan mencoba pemulihan di sini.
Ternyata, teknologi di Galilea banyak banget dan keliatan canggih. Mulailah saya ambil paket treatment, mengikuti panduan pola makan dari nutrisionis, terus saya juga selalu diingetin untuk melakukan gaya hidup sehat sama naturopath lewat chat.
Sekitar 1 bulan kemudian, fungsi ginjal saya membaik. Dari eGFR 86 ke 100, urea N dari 11,7 jadi 10, ureum dari 25 turun ke 21, kreatinin dari 1,16 ke 1,02, dan asam urat dari 6,9 jadi 6,2. Urine saya yang sebelumnya berwarna keruh, setelah pemulihan di Galilea pun bisa kembali jernih.

Alhamdulillah seneng banget karena akhirnya setelah ke Galilea fungsi ginjal saya normal lagi.
Awalnya saya sering kesemutan di jari tangan dan nyeri di pinggang. Setelah ke dokter penyakit dalam baru tau kalau ternyata fungsi ginjal saya sudah turun 45, kolesterol saya juga tinggi.
Waktu tahu Galilea, langsung yakin karena ternyata di Indonesia udah ada teknologi secanggih ini. Selama pemulihan gak cuma fisik ya yang diperhatiin, tapi juga hasil lab sampe kondisi kesehatan pikiran saya. Jadi saya juga belajar kontrol stress selama sakit.
Alhamdulillah setelah sekitar 1,5 bulan hasil perkembangan laboratoriumnya sangat baik. Kreatinin turun dari 1,3 jadi 0,8, kolesterol dari 242 jadi 168, dan eGFR dari 45 menjadi 91 dan dinyatakan normal. di Galilea gak cuma ginjal saya yang membaik, tapi kolesterol saya juga normal lagi. Semua keluhan kesemutan, nyeri pinggang juga udah ngga ada lagi.

Saya kena diabetes sudah sejak 2019, sampai akhirnya di tahun 2026 keluhan ini jadi masalah ginjal. Saat itu gula darah puasa saya 195, HbA1c 9,3, kolesterol 202, dan eGFR saya juga udah turun 74.
Treatmentnya juga ngga sakit, dan semua teknologi yang dokter rekomendasikan udah disesuaiin sama kondisi tubuh dan hasil lab saya.
Setelah sampai di rumah panduan makan, olahraga, sampe keluhan saya juga selalu dikontrol sama naturopath dan nutrisionist. Saya juga tetap test lab rutin biar bisa langsung tau proggres pemulihannya
Setelah sekitar satu bulan, gula darah puasa saya turun dari 195 jadi 135, HbA1c dari 9,3 jadi 8,7. kolesterol dari 202 turun jadi 184 mg/dL, kreatinin membaik menjadi 0,99 mg/dL, dan eGFR meningkat dari 74 ke 82. Saya lakukan semua arahan dokter, kalau semakin cepat ditangani pasti hasilnya juga lebih optinal. Dan terbukti di hasil lab saya, sampai fungsi ginjal saya juga ikut meningkat.

Setelah hampir 3 bulan menjalani pemulihan di Galilea, saya cek lab. Hasilnya bikin saya dan istri lega sekali. HbA1c saya turun dari 6.4 jadi 5.6, gula darah juga udah turun di angka 135. Saya senang banget, ternyata konsistensi dan pendampingan yang tepat dari Galilea bener-bener berhasil!
Selama hampir 3 bulan ini saya didampingi sama tim dokter, naturopath, dan nutritionist di Galilea. Pola makan saya diatur, aktivitas saya diperhatikan, dan semuanya berjalan dengan nyaman. Istri juga setia mendampingi, masak sesuai panduan, dan selalu semangatin saya tiap hari. Kami menjalani ini semua bersama-sama, jadi nggak kerasa berat sama sekali. Tiap kali harus treatment juga saya semangat karena rasanya ngga sakit.
Sekarang saya makin yakin kalau komitmen dan disiplin itu kunci utama. Hasil hampir 3 bulan ini jadi bukti nyata buat saya.

Dulu, saya memang bukan orang yang peduli sama pola hidup sehat. Makan minum sembarangan aja. Sampe iseng cek gula darah. Kaget kalau HbA1c udah di angka 6,5 dan gula darah 137. Mulai rada was-was juga, ya. Saya mikir, ini bahaya kalau dibiarin.
Akhirnya diajak istri ke Galilea. Setelah pemulihan di sini, saya ngerasa banget ada perubahan.
Selama pemulihan, saya bener-bener didampingi sama seluruh tim. Arahan juga gampang dipahami; pola makan diatur, gula dikurangi, cemilan manis juga dihindari. Saya juga gak pernah lupa buat jalanin treatment rutin. Istri juga support banget; bantu siapin makanan sesuai panduan dan sering ngajak olahraga ringan. Bikin saya makin semangat pulih.
Terus saya cek lagi, setelah 1 bulan. Gak nyangka, hasilnya membaik. HbA1c saya turun ke 5.8, gula darah jadi 120. Saya jadi sadar kalau jaga pola hidup, emang sepenting itu. Dan sekarang saya mau terus jalanin semua arahan yang udah dokter kasih selama pemulihan di Galilea untuk hidup yang lebih sehat lagi.

Gula darah puasa saya tinggi sekali sampai 311. Dan saya khawatir sekali karena fungsi ginjal juga udah turun sampai 19,66. Ini hasil lab saya di tanggal 24 Februari 2026 sebelum pengobatan di Galilea. Karena takut jadi komplikasi lebih lanjut lagi, apalagi fungsi ginjal udah segitu, saya gak mau sampe harus cuci darah.
Selama pemulihan, saya didampingi dokter, naturopath, dan nutritionist untuk menjalani treatment, memperbaiki pola hidup dan pola makan.
19 Maret 2026 saya cek lab lagi. Alhamdulillah Gula darah puasa saya turun dari 311 jadi 138. Fungsi ginjal saya dari 19,66 juga naik jadi 22,7. Sekarang saya lebih semangat dan yakin kalau saya komitmen dan disiplin selama pemulihan hasilnya pasti akan makin baik.

Saya punya masalah gula darah tinggi dari sebelum nikah. Kira-kira udah 20 tahunan. Gula darah pernah sampe 400 lebih, bahkan pernah sampe ngga terdeteksi. Waktu ketemu dokter di Galilea di bulan November 2025, dan lihat hasil lab saya dokter juga jelasin, karena gula darah tinggi ini fungsi ginjal saya turun, kreatinin saja 1,85, ada penyumbatan di jantung, hipertensi, sampe pernah harus pake tongkat sama kursi roda
2 Minggu setelah ke Galilea, treatment pake ozon therapy, IV laser therapy, Hydrojet Therapy, dan ELF PEMF dan rutin konsumsi naturopathic medicine udah mulai kerasa tuh perubahannya. Pinggang saya udah ngga sakit, tensi udah mulai turun 149, karena biasanya lebih tinggi dari ini. Satu bulan setelah ke Galilea makin kerasa itu perubahannya, tidur jadi lebih nyenyak karena sebelumnya saya pasti BAK bisa sampe 4x.
Setelah 2 bulan, tanggal 4 Februari 2026 HbA1c dari 11 jadi 8, kreatinin saya turun jadi 1,15, gula darah puasa udah 120an. Berat badan saya juga dari 94 kg turun jadi 88 kg. Ngga perlu diet abis-abisan, cukup ikutin aja intruksi dokter dan semua tim Galilea. Saya selalu disiplin atur jadwal dan menu makan, walau pun awalnya sempet ngerasa kurang nyaman karena makan saya sering ngga disiplin, tapi tetep aja saya ikutin dan bener hasilnya kesehatan saya jauh lebih baik dan semua terbukti di hasil lab saya.

Saya ingat betul, akhir tahun kemaren, saya cek darah rutin. Ternyata hasil lab nunjukin kalau HbA1c saya tinggi, di angka 6,2 dan udah dikasih peringatan oleh dokter; kalau dibiarin terus, bakal harus suntik insulin seumur hidup.
Gak sengaja, lewat iklan Galilea di sosial media. Saya langsung tertarik karena liat progresnya yang dibuktiin pake hasil lab, metode yang dipake modern, pendampingan yang dilakuin ke pasien juga personal menyesuaikan kondisi tubuh, dan ada dokter yang udah profesional dan berpengalaman untuk banyak kasus penyakit diabetes.
Tanggal 5 Maret kemarin, saya cek. HbA1c saya, sudah normal kembali. Sekarang ada di angka 5.2. Saya yakin dengan konsisten melanjutkan perubahan pola hidup yang sudah diberikan dan menjalankan treatment, kondisi diabetes saya pasti akan terus membaik.











BSD City, North Point 2 Commercial, Nava Park
Jl. BSD Boulevard Utara No.77, Lengkong Kulon
Kec. Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten 15331
Royal Residence, Ruko Crown Soho No.15C Blok BS 15,
Sumur Welut, Kec. Wiyung, Surabaya, Jawa Timur 60215
Ruko Paramont Village Blok B17-18 Jl. Simongan No.185, Manyaran, Kec. Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah 50147